Publikasi

Penilaian: 3 / 5

Aktifkan BintangAktifkan BintangAktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan Bintang

Lembaga Partisipasi Perempuan (LP2) meluncurkan Buku Jurnal Puan Volume 2,  tulisan para feminis muda yang mengikuti workshop feminis menulis batch 2. Pada zoom meeting yang diselenggarakan pada Kamis (9/4), moderator yang juga peneliti dan penulis, Eka Hindra, mengatakan bahwa para penulis akan  lahir dari Lembaga Partisipasi Perempuan (LP2).  Dan itu dibenarkan oleh Adriana Venny, narasumber sekaligus editor Jurnal Puan Vol. 2 bahwa  masih ada utang dari generasi sebelumnya  yakni terkait RUU PPRT dan RUU Masyarakat Hukum Adat, maka oleh sebab itu ada ‘PR” bahwa feminis harus lahir kembali.

Add a comment


Penilaian: 0 / 5

Nonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan Bintang

Dilatarbelakangi semakin kompleks tantangan kemanusiaan di Asia, maka terbentuklah SHIFT Asia. Apa itu SHIFT Asia? SHIFT Asia singkatan dari Supporting Humanitarian Initiative for Transformation in Asia. SHIFT Asia memiliki tujuan memajukan kepemimpinan kemanusiaan lokal perempuan dan mendorong perubahan transformatif gender di Kawasan Asia. SHIFT Asia secara khusus bekerja di Bangladesh, Indonesia, Myanmar dan Filipina.

Add a comment

Penilaian: 5 / 5

Aktifkan BintangAktifkan BintangAktifkan BintangAktifkan BintangAktifkan Bintang

Pengadilan Negeri (PN) Surakarta menggelar sidang lanjutan perkara dugaan penghasutan aksi demokrasi yang berujung kericuhan pada akhir Agustus 2025 di Surakarta pada Senin (30/04). Sidang kali ini beragendakan pembacaan putusan oleh Majelis Hakim. Pembacaan putusan bagi tiga terkdakwa yakni Hanif Bagas Utama (26), Bogi Setyo Bumo (27), dan Daffa Labidulloh Darmaji (21), yang dibagi menjadi dua putusan.

Add a comment

Penilaian: 0 / 5

Nonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan Bintang

Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) menyelenggarakan  konferensi pers pada Selasa, (7/4), merespon persidangan yang berjalan enam bulan dalam perkara gugatan Koalisi Masyarakat Sipil Melawan Impunitas, yakni penyangkalan yang dilakukan oleh pejabat negara yakni  Menteri Kebudayaan Fadli Zon, terkait perkosaan massal pada peristiwa Mei 1998.

Add a comment

Penilaian: 0 / 5

Nonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan Bintang

Sejarah gerakan perempuan selalu berjalan beriringan dengan perjuangan Hak Asasi Manusia (HAM). Ia hadir dalam berbagai bentuk untuk melawan kekerasan berbasis gender, memperjuangkan ruang hidup yang adil, hingga membela hak kelompok-kelompok yang kerap terpinggirkan. Namun hari ini, di tengah menguatnya berbagai tantangan terhadap HAM, seperti menyempitnya ruang sipil, meningkatnya kekerasan terhadap perempuan, serta tekanan terhadap para pembela HAM. Muncul pertanyaan yang patut kita renungkan bersama: kemana arah gerakan perempuan bergerak saat ini dan bagaimana kita menjaga serta merawat ingatan atas perjuangan yang telah dibangun selama ini?

Add a comment