Publikasi

Penilaian: 0 / 5

Nonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan Bintang

Berbeda dengan pemaparan sebelumnya pada diskusi yang diselenggarakan oleh Koalisi Pergerakan (KP) Alternatif pada Selasa (16/6/2026)  yang banyak menyoroti data ketimpangan dan kondisi ekonomi masyarakat, Ken Budha Kusumandaru, narasumber, memilih mengambil sudut pandang yang lain. Bagi akademisi yang selama ini banyak mengkaji politik dan gerakan sosial tersebut, persoalan utama bukan sekadar memahami apa itu Prabowonomics, melainkan mengenali titik-titik rapuh yang dapat menjadi ruang kritik dan perlawanan masyarakat.

Add a comment


Penilaian: 0 / 5

Nonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan Bintang

Suasana diskusi publik yang dihelat oleh Koalisi Pergerakan (KP) Alternatif sore itu, Selasa (16/6/2026)  berlangsung hangat sekaligus penuh kegelisahan. Di tengah berbagai pemberitaan tentang kondisi ekonomi nasional, melemahnya daya beli masyarakat, hingga gelombang demonstrasi mahasiswa yang muncul di sejumlah kota, sejumlah aktivis, akademisi, dan peserta diskusi berkumpul untuk membedah satu istilah yang belakangan ramai diperbincangkan yakni  Prabowonomics.

Add a comment

Penilaian: 0 / 5

Nonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan Bintang

Bagi banyak orang, Human Immunodeficiency Virus (HIV) sering dipahami sebatas persoalan medis. Ketika seseorang dinyatakan positif HIV, yang terbayang biasanya adalah pemeriksaan laboratorium, obat antiretroviral, dan kunjungan rutin ke fasilitas kesehatan. Namun bagi mereka yang hidup dengan HIV, kenyataannya jauh lebih kompleks. Yang dihadapi bukan hanya virus, melainkan juga ketakutan, stigma, penolakan, dan sering kali kesendirian.

Add a comment

Penilaian: 0 / 5

Nonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan Bintang

Orang dengan Lupus (Odapus) kerap menghadapi tantangan yang tidak hanya berkaitan dengan kesehatan, tetapi juga stigma dan minimnya pemahaman masyarakat. Meski tampak sehat secara fisik, banyak penyandang lupus atau biasa disebut Orang dengan Lupus (Odapus) harus berjuang menghadapi nyeri kronis, kelelahan ekstrem, hingga gangguan organ yang tidak terlihat oleh orang lain. Kondisi inilah yang membuat lupus menjadi salah satu bentuk disabilitas tak tampak (invisible disability) yang masih sering terabaikan.

Add a comment