Publikasi


Penilaian: 5 / 5

Aktifkan BintangAktifkan BintangAktifkan BintangAktifkan BintangAktifkan Bintang

AJI (Aliansi Jurnalis Independen) Indonesia saat ini sedang mengembangkan Media Viability Assessment Tool (Perangkat Penilaian Kelangsungan Media) yang terlokalisasi, terutama ditujukan untuk memperkuat keberlanjutan media alternatif di Indonesia dan diluncurkan pada pertengahan tahun 2025. Poin-poin penting terkait viability assessment media oleh AJI bertujuan untuk Pengembangan Tool, alat yang  dirancang untuk mengukur efektivitas keberlanjutan media alternatif (keberlanjutan finansial dan independensi redaksi) di tengah krisis multidimensi yang dialami media arus utama. AJI bekerja sama dengan International Federation of Journalists (IFJ), European Union, dan BBC Media Action melalui program "Brave Media".

Add a comment

Penilaian: 3 / 5

Aktifkan BintangAktifkan BintangAktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan Bintang

Yayasan YAPHI bersama Masyarakat Peduli Pendidikan Surakarta (MPPS) menyampaikan rekomendasi kebijakan kepada Kepala Dinas Pendidikan Kota Surakarta sebagai kontribusi publik untuk memperkuat pemenuhan hak belajar setiap anak. Bertempat di Ruang R.A Kartini, kantor Dinas Pendidikan Kota Surakarta, Kamis (22/1). Penyampaian rekomendasi ini berangkat dari kebutuhan memperluas akses layanan pendidikan yang setara, mendorong pemerataan mutu antar sekolah, serta memastikan layanan pendidikan yang inklusif dan bermakna bagi seluruh anak, termasuk anak penyandang disabilitas dan anak berkebutuhan khusus.

Add a comment

Penilaian: 5 / 5

Aktifkan BintangAktifkan BintangAktifkan BintangAktifkan BintangAktifkan Bintang

KUHP baru menjadi tema yang diusung oleh Radio Katolikana dalam YouTube-nya. Menurut Lukas Ispandriarno, host Katolikana, bahwa KUHP 2023 telah berlaku tahun ini dan konon mengusung semangat baru dalam memandang keragaman agama dan keyakinan. Namun begitu, mencuat satu pertanyaan, benarkah kitab ini melindungi kelompok agama minoritas dan kepercayaan? Tiga narasumber yang dihadirkan yakni Halili Hasan, Dyah Nur Sasanti, dan Moch. Khorul Rizal membahas tentang hal tersebut.

Add a comment