Publikasi

Penilaian: 0 / 5

Nonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan Bintang

Pernah menonton film thriller, genre yang dirancang untuk membangkitkan ketegangan, kecemasan, dan kegembiraan pada penonton melalui alur cerita penuh intrik, misteri, aksi mendebarkan, dan plot twist, tetapi di dalamnya terselip adegan-adegan humanis yang penuh kesan kasih, sarat rasa sayang sebagai keluarga? Nah! Semua itu ada di film Agak Laen : Menyala Pantiku.

Add a comment


Penilaian: 0 / 5

Nonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan Bintang

Komunitas Reog Singo Kerti, Dulu dan Kini

Kedatangan saya dan dua teman panitia lainnya di sore hari itu di sebuah rumah dua lantai, beralamat di Kelurahan Kerten, sejak awal diterima dengan baik. Setelah sebelumnya komunikasi dilakukan oleh Daniel, teman yang didapuk menjadi ketua panitia. Bahwa acara puncak peringatan 16 Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak (HAKTP) akan melibatkan partisipasi masyarakat Kerten. "Tapi, anak-anak yang dulu bergabung dalam reog sudah pada bekerja menetap, Mas. Kami sudah lama tidak berkegiatan. Terakhir itu ya pas pandemi COVID-19," ujar laki-laki yang akrab dipanggil "Pak Mul", pengasuh Komunitas  Reog Singo Kerti yang berdiri tahun 2017, pensiunan ASN di Rumah Sakit Jiwa Daerah (RSJD) dr. Arif Zainudin sambil melihat-lihat layar telepon genggamnya.

Add a comment

Penilaian: 0 / 5

Nonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan Bintang

Jonna Damanik, komisioner Komisi Nasional Disabilitas (KND) dalam diseminasi Catatan Tahunan (Catahu) Formasi Disabilitas 2025, Senin (15/12), mengatakan bahwa saat ini pihaknya dengan kementerian terkait sedang mengintegrasikan data dan ada masa transisi yang tidak berdampak langsung. Selain itu,  pembahasan terkait amanat kartu difabel adalah padai Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Ia juga menyinggung Surat Keputusan (SK)  Mensos kedua ada 2,9 juta difabel mengakses kartu difabel.

Add a comment

Penilaian: 0 / 5

Nonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan Bintang

Kelas relawan inklusi berjumlah 27 orang yang diinisiasi oleh Jaringan Visi Solo Inklusi dan didukung oleh Yayasan YAPHI telah menyelesaikan sesinya pada Sabtu (15/11) lalu, dengan materi penutup tentang sensitivitas disabilitas. Namun demikian, masih ada kelas terakhir yang mereka ikuti yakni diskusi tentang HAM dan Disabilitas.

Add a comment