Publikasi


Penilaian: 0 / 5

Nonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan Bintang

Peringatan Hari Anti Penyiksaan Internasional secara resmi disebut International Day in Support of Victims of Torture yang jatuh setiap tanggal 26 Juni, enam lembaga negara yang tergabung dalam Kerja Sama untuk Pencegahan Penyiksaan (KuPP), yaitu Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM), Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan (Komnas Perempuan), Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK), Ombudsman Republik Indonesia, dan Komisi Nasional Disabilitas (KND) menyuarakan kembali komitmen bersama untuk mencegah dan menghapuskan praktik penyiksaan di seluruh wilayah Indonesia.

Add a comment

Penilaian: 0 / 5

Nonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan Bintang

Pendidikan kontekstual yakni pendidikan yang berorientasi kepada konteks sebenarnya bukan hal baru karena sudah dilakukan oleh pondok pesantren, yang menyiapkan penghidupan bagi santri-santrinya. Juga ada di agama lain seperti sekolah pastoral di agama Katolik. Pendidikan kontekstual bersumber pada pengalaman anak dan bukan mata pelajaran.

Add a comment

Penilaian: 0 / 5

Nonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan Bintang

Sunarman Sukamto, inisator jaringan lembaga dan individu pemerhati dan peduli  isu difabel, dalam pertemuan diskusi dan Koordinasi Jaringan Visi Solo Inklusi pada Rabu (18/6) menceritakan terkait isu disabilitas yang saat ini tidak begitu menarik di sebagian orang dikarenakan tertutup dengan isu lain.

Add a comment

Penilaian: 0 / 5

Nonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan Bintang

Wahyu Susilo dalam zoom meeting  menyikapi persoalan penulisan ulang sejarah Indonesia yang dihelat oleh Migrant Care, Jumat 13/6, dan di selenggarakan secara daring dan luring  di salah satu kafe di Solo menyatakan, mengapa Migrant Care ikut membincang? karena narasi yang dibangun dalam kerangka penulisan sejarah Indonesia tidak bergerak dan yang dibangun oleh negara adalah narasi sejarah istana sentris dan negara sebagai pemenang. Di sejarah tidak menyebut kontribusi kelompok marjinal, seperti sejarah buruh tidak mewakili buruh. Pada sejarah buruh migran, di film "Indonesia Calling" ada peristiwa penting yakni pemogokan pelaut Australia dan China yang punya kontribusi pada kemerdekaan Indonesia.

Add a comment