Pendidikan dan Pelatihan Masyarakat Forum Peduli Hukum Desa Kedungwinong
- YAPHI
- Politik dan Hukum
- Dilihat: 1923
Bertempat di Gedung Pertemuan Desa Kedungwinong, Kecamatan Sukolilo Kabupaten Pati, pada 19 Februri 2020, Yayasan YAPHI menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan bagi masyarakat forum peduli hukum yang berjumlah 15 orang. Pelatihan tersebut menghadirkan fasilitator dari Yayasan YAPHI yakni Adi Kristiyanto, S.H., Prima Cahya, S.H dan Garindra Herayukana, S.H. Materi yang diberikan antara lain Undang-Undang nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa.
Add a commentDirektur Yaphi: “Negara Wajib Melindungi Rakyat Dari Pelanggar HAM”
- YAPHI
- Politik dan Hukum
- Dilihat: 1641
Peringatan hari Hak Asasi Manusia (HAM) kembali diadakan di LPH Yaphi, kali ini bekerja sama dengan Jaringan Peduli Perempuan dan Anak Surakarta (JPPAS), Sabtu 10 Desember 2016. Dalam sambutan pada acara refleksi hari HAM, Direktur Yaphi, Haryati Panca Putri menegaskan kembali komitmennya untuk tetap akan melindungi warga masyarakat dari tindakan pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) di Indonesia.
Add a commentSaman Poerba: “Dipaksa Membangun Waduk”
- YAPHI
- Politik dan Hukum
- Dilihat: 1640
Perawakannya kecil, bahkan bisa dikatakan kurus, selintas terlihat tak berdaya. Tetapi jangan tanya bila Anda ingin memperbincangkan pengalamannya tentang sepakterjang tentara orde baru ketika menangkapi para korban yang dituduh terlibat G30S PKI (Partai Komunis Indonesia) di Sragen, mantan tahanan politik itu akan bertutur dengan jernih dan runtut.
Add a commentMereka Melibas Tuntas Gerwani
- YAPHI
- Politik dan Hukum
- Dilihat: 2719
Bagi Anda yang pernah membaca surat kabar Berita Yudha dan harian Angkatan Bersenjata, tahun 1965-1970-an, tentu tak mungkin lepas dari ras ingintahu apa yang sesungguhnya terjadi pada waktu itu. Pada kurun waktu itu, rezim Orde Baru yang dipimpin Mayor Jenderal Soeharto, mengelontorkan propaganda hitam untuk menghancurkan Gerakan Wanita Indonesia (Gerwani) pasca Gerakan 30 September 1965. Meski demikian, ide propaganda penghancuran Gerwani melalui berbagai media televisi dan surat kabar terbitan Jakarta, tentu di bawah kendali militer, tak jelas sosoknya. Masih menjadi misteri.
Add a comment



