YAPHI Gelar Kajian Hukum Kritis : Kebebasan Berekspresi dan Tantangan Jurnalisme Saat Ini
- YAPHI
- Suara Keadilan
- Dilihat: 1457
Kemajuan teknologi informasi dan komunikasi memberi peluang warga dan masyarakat sipil memanfaatkan jurnalisme warga dengan aneka bentuknya. Individu maupun komunitas menyampaikan berbagai ekspresi, kritik, dukungan, kemarahan, perlawanan atas kecenderungan otoritarianisme pemerintahan baru. Ini tantangan berat karena media massa sebagai salah satu pilar demokrasi mengalami kesulitan selain hambatan hukum, politik, dan ekonomi. Masyarakat sipil, termasuk kelompok agama hingga kampus pun dibujuk dengan kekuasaan dan tawaran, seperti izin eksplorasi tambang.
Add a commentLetssTalk Feminist on Facebook #7 Undang Eka Hindra Bicara Momoye
- YAPHI
- Suara Keadilan
- Dilihat: 1659
Tidak banyak orang Indonesia yang menekuni isu ianfu. Yang jumlahnya tidak banyak itu biasanya mereka peneliti independen karena Indonesia belum peduli tentang para penyintas. Demikian dikatakan Eka Hindra, penulis dan peneliti independen dengan isu Ianfu dalam YouTube LetssTalk Feminist on Facebook #7. Eka mengatakan mendapat inspirasi karena pada tahun 1999 pernah bekerja sebagai jurnalis di kantor radio Internews Indonesia. Ia bekerja pada womans program, program pertama di Indonesia yang berperspektif feminis, dan bukan isu perempuan infotainment tapi jurnalis yang harus turun ke lapangan dulu sebelum riset.
Add a commentRefleksi Komasipera di Awal Tahun 2025 Petakan Sejumlah Masalah
- YAPHI
- Suara Keadilan
- Dilihat: 1713
Idha Musfi, Koordinator Koalisi Masyarakat Sipil Peduli Perempuan Anak Surakarta (Komasipera), yakni komunitas yang terdir dari berbagai organisasi masyarakat sipil dan individu pemerhati isu anak dan perempuan mengatakan bahwa selama ini pihaknya belum pernah audiensi ke pemerintah kota.
Add a commentKPSI Solo Raya-GOOD Sigab Bersama Yaphi Belajar Gender dan Hak Kespro
- YAPHI
- Suara Keadilan
- Dilihat: 1519
Kekerasaan itu ada jika mengakibatkan penderitaan di antaranya adalah fisik, psikis, seksual dan penelantaran. Mengapa bisa terjadi kekerasan?Karena adanya kultur budaya. Jika ada yang mendapat kekerasan, dianggap aib, ditutup-tutupi, tidak dilaporkan. Ada lagi misalnya kalau anak akan menikah, terutama anak perempuan, ada wejangan dari orangtua, yang harus menyimpan segala permasalahan dalam rumah tangganya nanti hanya untuk dirinya sendiri. Kalau disampaikan akan dianggap membuka aib. Maka jika ada tindak kekerasan, si korban tidak dapat berani bersuara.
Add a commentDiskusi JLPAK2S Sikapi Berbagai Persoalan Kekerasan Seksual di Sukoharjo
- YAPHI
- Suara Keadilan
- Dilihat: 1355
Beberapa persoalan mengalami terus keberulangan dalam penanganan kasus kekerasan seksual terhadap perempuan dan anak di Kabupaten Sukoharjo. Persoalan-persoalan tersebut antara lain : visum terhadap korban masih berbayar, pemberian bantuan dilakukan rombongan ke rumah korban oleh dinas dengan pakaian seragam, belum tersedia psikolog yang memadai selain di RSUD Ir.Soekarno, respon kasus masih birokratif, belum ada pendampingan anak korban saat pembuatan Berita Acara Pemeriksaan (BAP), petugas kepolisian (PPA) ketika bertanya pada korban anak sifatnya kasar dan tidak punya perspektif, pemulihan korban hanya dalam kegiatan pemberian bantuan sembako, akses test DNA masih berbayar, korban masih mendapat stigma, perbaikan akses layanan korban diberikan secara kasus per kasus, belum menjadi sistem layanan yang integrasi dan komprehensif. Demikian identifikasi penanganan kasus yang dilakukan oleh Jaringan Layanan Perempuan dan Anak Korban Kekerasan Sukoharjo (JLPAK2S) dalam diskusi yang digelar di Ruang Anawim, Yayasan YAPHI, Kamis (16/1).
Add a comment- Warna-Warni Pendidikan Keberagaman dan Hak Anak di MI Miftahul Huda
- Pagelaran Wayang Kampung Sebelah Sentil Isu HAM dari Pendidikan, Agraria, hingga PSN
- MPPS Berdiskusi dengan Wakil Wali Kota Terpilih, Bicara Permasalahan Pendidikan di Kota Solo
- Jaringan Visi Solo Inklusi Terus Gaungkan Aksesibilitas Publik Ramah Difabel


