Penilaian: 0 / 5

Nonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan Bintang

Sekolah Gender Padang kembali menghelat sesi belajar soal gender bersama semua staf Yayasan YAPHI pada Jumat (21/5). Menghadirkan Wahyu sebagai narasumber yang pernah menjadi korban kekerasan seksual  lalu berani bersuara sebagai penyintas, ia menceritakan pengalamannya di masa lalu. Wahyu mengaku pernah juga sebagai pelaku kekerasan seksual secara verbal dan menimpa salah seorang temannya.



Penilaian: 0 / 5

Nonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan Bintang

Pagi itu, ada empat orang perempuan yang membantu memasak di dapur rumah Ibu Supi, istri Pak Cip, warga Dukuh Tumpang, Desa Porang-Paring, Kecamatan Sukolilo, Kabupaten Pati, Ketua paguyuban petani KOMPAK. Setelah menyelesaikan pekerjaannya mereka lalu duduk di ruang tamu bergabung bersama para perempuan lainnya. Selain para perempuan yang sebagian besar adalah ibu rumah tangga, bergabung pula Cahaya dan Febri serta Rafael, anak-anak warga Dukuh Tumpang Desa Porang Paring untuk turut belajar bersama Yayasan Yekti Angudi Piadeging Hukum Indonesia (YAPHI), Rabu (7/4). 


Penilaian: 0 / 5

Nonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan Bintang

Jaringan Disabilitas Inklusi Surakarta (kemudian berganti nama Jaringan Visi Solo Inklusi_red) yang dibentuk pada akhir Maret 2021 oleh para penyandang disabilitas pegiat di Surakarta perwakilan dari berbagai ragam disabilitas bekerja sama dengan Yayasan YAPHI menyelenggarakan diskusi Perda nomor 9 tahun 2020, pada Sabtu (10/4) secara luring dan daring via zoom meeting menghadirkan Roy Saputra, Ketua Pansus dan Yeni Apriliawati, Kasubbag Hukum, Setda Kota Surakarta. 


Penilaian: 0 / 5

Nonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan Bintang

Pandemi COVID-19 yang hingga hari ini masih melanda Indonesia dan dunia, benar-benar membawa dampak pada warga masyarakat terutama perempuan. Seperti yang dialami oleh Jumini, perempuan yang biasanya aktif berkegiatan di PKK kelurahan dan kecamatan tersebut mau tidak mau harus menanggalkan kegiatannya. Tak urung, dari Maret 2020 hingga Desember 2020 tidak ada satu pun kegiatan secara luring ia kerjakan. Pada Desember 2020 kegiatan mulai berangsur dengan kenormalan baru, itu pun masih sangat terbatas. Demikian unek-unek yang disampaikan oleh Jumini bersama para perempuan Joyotakan lainnya dalam kegiatan bersama Yayasan YAPHI yang berlangsung di Taman Cerdas Kelurahan Joyotakan, Sabtu (3/4).


© 2021 All Rights Reserved.