Saat Difabel Mengambil Alih Cerita di Ruang Digital
- Admin YAPHI
- Gaya Hidup
- Dilihat: 35
Layar-layar ponsel mungkin hanya berukuran beberapa inci. Di dalamnya, cerita tentang seseorang bisa bergerak jauh lebih cepat daripada langkah kaki.
Add a commentKetika Hidup Terlalu Cepat, Barangkali Kita Perlu Belajar Berhenti
- Admin YAPHI
- Gaya Hidup
- Dilihat: 111
Ada masa ketika manusia begitu sibuk mengejar waktu, sampai lupa bahwa waktu juga sedang membawa hidupnya pergi.
Add a commentHening, Pulang kepada Diri Sendiri
- Admin YAPHI
- Gaya Hidup
- Dilihat: 143
Di tengah dunia yang bergerak semakin cepat, berhenti sejenak barangkali menjadi sesuatu yang tidak mudah.
Add a commentMembongkar Mitos Otak Laki-laki dan Perempuan, dari Maskulinitas hingga Regulasi Emosi
- Admin YAPHI
- Gaya Hidup
- Dilihat: 174
Pembicaraan tentang laki-laki dan perempuan sering kali dimulai dari sesuatu yang dianggap sederhana, otak. Dari sana muncul berbagai kesimpulan tentang siapa yang dianggap lebih rasional, lebih emosional, lebih pandai membaca situasi, atau lebih mampu mengendalikan diri.
Add a commentPerempuan Difabel Mendorong Perubahan dari Desa hingga Ruang Digital
- Admin YAPHI
- Gaya Hidup
- Dilihat: 163
Perubahan sering tumbuh dari tempat yang sederhana. Dari ruang pertemuan desa, rumah yang menjadi tempat produksi makanan ringan, perjalanan dengan kendaraan roda tiga menuju titik-titik strategis, sampai layar telepon genggam yang digunakan untuk menyuarakan persoalan warga. Cerita itu datang dari perempuan difabel yang selama ini berhadapan dengan stigma, keterbatasan akses, serta ruang partisipasi yang belum sepenuhnya terbuka. Mereka tidak hanya berbicara tentang persoalan yang dialami, tetapi mulai mengambil peran untuk mengubah lingkungan di sekitarnya. Dipandu oleh Wasingatu Zakiyah, mereka hadir dalam helatan Yayasan SAPDA, "Cerita Perubahan Kepemimpinan Perempuan Disabilitas dari Akar Rumput melalui Collective Care" via daring, Kamis (10/9).
Add a commentMembaca Gus Dur dari Puisi, Kebudayaan, dan Ruang Toleransi
- Admin YAPHI
- Gaya Hidup
- Dilihat: 232
Sabtu malam (5/9) di Kedai Kebun, Jagalan, Surakarta, tidak langsung dimulai dengan percakapan tentang politik. Sebuah puisi lebih dulu mengisi ruang. Gaso berdiri membacakan sajak tentang kehilangan, hujan, rumah, dan kerinduan untuk pulang. Kata-kata yang lantang itu membawa para hadirin memasuki suasana reflektif dalam peringatan Harlah Gus Dur.
Add a commentBook Tour "Pulih di Solo" dr. Jiemi Ardian, tentang Memori Masa Lalu yang Masih Menyimpan Rasa Sakit
- Admin YAPHI
- Gaya Hidup
- Dilihat: 220
Suasana Toko Buku Gramedia Slamet Riyadi, Solo, terasa berbeda ketika talkshow Book Tour Pulih di Solo dimulai pada Selasa, (1/9). Buku-buku yang tersusun di rak menjadi latar perbincangan tentang sesuatu yang tidak selalu terlihat yakni pengalaman buruk yang tersimpan dalam ingatan dan dapat kembali memengaruhi kehidupan seseorang.
Add a commentFilm Istimewa: Ketika Difabel Menjadi Tokoh Utama, Bukan Sekadar Objek Cerita
- Admin YAPHI
- Gaya Hidup
- Dilihat: 386
Pemutaran film Istimewa pada Kamis, 13 Agustus, di Solo, tidak sekadar menjadi agenda skrining sebuah film drama. Produsen film ini memiliki kedekatan dengan kisah di dalamnya dengan membawa cerita tentang keluarga, perjuangan, kehilangan, sekaligus kesempatan bagi difabel untuk tampil sebagai pelaku utama dalam sebuah karya sinema.
Add a comment


