Menjaga Lansia Agar Terhindar COVID-19
- YAPHI
- Gaya Hidup
- Dilihat: 1535
Meskipun kasus Covid-19 sudah landai namun setiap orang tetap harus waspada. Apalagi bagi lansia yang masuk dalam kelompok rentan. Menurut WHO yang disebut lansia yaitu bila sudah berusia 60 tahun ke atas, dan yang disebut lansia tua adalah mereka yang berusia 80 tahun ke atas. Sedangkan umur harapan hidup di Indonesia memiliki tren meningkat menjadi 70 tahun ke atas sebab layanan kesehatan yang makin membaik sehingga lansia di Indonesia juga diperkirakan semakin banyak. Demikian uraian yang disampaikan oleh dr. Maria Rini Indriarti, Sp.KJ., M.Kes dalam siaran radio Bincang Kesehatan Jiwa Solopos Fm bekerja sama dengan Komunitas Peduli Skizofrenia (KPSI) Simpul Solo Raya, ALZI Surakarta, dan RSJD dr. Arif Zainudin Surakarta, Selasa (26/10).
Add a commentMengintip Kebijakan Sekolah Penggerak di Surakarta
- YAPHI
- Gaya Hidup
- Dilihat: 1518
Masa pandemi melahirkan berbagai fenonema dan perubahan arah kebijakan, salah satunya terkait pendidikan. Salah satu kebijakan yang dilahirkan di masa pandemi adalah program Sekolah Penggerak, yang digulirkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) bekerja sama dengan pemda (pemkot/pemkab). Pemerintah daerah menjadi kunci dari pelaksanaan program Sekolah Penggerak. Selain yang diminta adalah komitmen pemda, juga adanya statemen kepala sekolah terkait kesediaan masuk Sekolah Penggerak. Demikian prolog yang disampaikan oleh Etty Retnowati, Kepala Dinas Pendidikan Kota Surakarta pada diskusi Masyarakat Peduli Pendidikan Surakarta (MPPS), Kamis (14/10).
Add a commentKapan Pandemi COVID-19 Berakhir?
- YAPHI
- Gaya Hidup
- Dilihat: 2927
Dalam satu sesi tanya jawab pada even Forum Diskusi Denpasar 12 bertema Kewaspadaan Gelombang Ketiga COVID-19, sebuah pertanyaan menyeruak oleh peserta yakni kapan pandemi COVID-19 berakhir? Doktor Windhu Purnomo, dosen FKM Universitas Airlangga menjawab dengan menyatakan sebuah idiom bahwa pandemi akan berakhir saat “Cahaya yang berada di ujung lorong sudah tampak” ini artinya sudah ada cahaya di lorong, namun belum kelihatan lubangnya. Jadi sangat tergantung apakah kita nanti bisa terus berjalan, apakah kita akan salah langkah atau tidak. Menurut Windhu masyarakat sepertinya tidak mau bersabar dan persepsi masyarakat terkait risiko masih rendah. Ia menemui beberapa kasus Pembelajaran Tatap Muka (PTM) yang ketika belajar membaca dan menyanyi, mereka membuka masker dan itu diperbolehkan gurunya.
Add a commentKewaspadaan Gelombang Ketiga dan dan Varian Baru COVID-19
- YAPHI
- Gaya Hidup
- Dilihat: 1493
Ada hal menarik yang disampaikan oleh Doktor Windhu Purnomo, dosen FKM Universitas Airlangga dalam sebuah diskusi via zoom meeting yang digelar oleh Forum Diskusi Denpasar 12 bertema “Meramu Keseimbangan Antara (Kewaspadaan Gelombang ke-3) COVID-19 dan Kenormalan Baru" di akhir September lalu, bahwa ketika pada bulan Juni virus Delta merebak, banyak angka kematian karena COVID-19, sebab pasien tidak mendapat tempat tidur dan ruang isolasi yang terbatas. Angka testing dan tracing yang sangat jauh dari ideal juga menyumbang besarnya angka kematian. Baru 13% penduduk Indonesia yang melakukan testing dan tracing, sangat kecil dibanding Singapura yang 300% dan Australia 400%. Apa yang belum terdeteksi masih banyak di luaran. Menurut Windhu, kita harus hati-hati dengan data yang dilaporkan sebab kasus positif COVID-19 dan angka kematian masih seperti fenomena gunung es.
Add a commentSiaran Radio Katolikana : Juru Bahasa Isyarat Sebagai Profesi yang Langka
- YAPHI
- Gaya Hidup
- Dilihat: 3406
Fransisca Octi pernah berkuliah di Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) dan mengambil prodi Pendidikan Luar Biasa (PLB). Awal mulanya ia hanya turut beraktivitas di LSM Matahariku. Sebab saat itu ada himpunan mahasiswa divisi penjaringan yang menghubungkan perempuan biasa dipanggil Octi itu dengan komunitas. LSM Matahariku didirikan oleh seorang Tuli pegiat, Bunda Galuh, yang juga founder sekolah Little Hijabi, Bekasi.
Add a commentApa Kabar Percepatan Vaksinasi Bagi Difabel Kota Surakarta?
- YAPHI
- Gaya Hidup
- Dilihat: 1525
Saat ini sebanyak 400-an penyandang disabilitas ber-KTP Surakarta telah menerima vaksinasi pertama dan kedua COVID-19 dan terdaftar dalam pendataan vaksin oleh Pelaksana Harian Tim Advokasi Difabel (PH TAD). Pendataan dan pelaksanaan vaksinasi tersebut dilalukan sejak April 2021, bahkan mendahului program nasional percepatan vaksinasi yang dicanangkan oleh pemerintah pada Juli 2020. Pelaksanaan vaksinasi tersebut dilaksanakan sampai tujuh gelombang dan dilakukan di berbagai layanan kesehatan di antaranya RS dr. Oen Kandang Sapi, RS dr. Moewardi, dan RS. Bung Karno. Sampai saat ini PH TAD masih melakukan pencatatan pendaftaran kolektif, bahkan sudah menyasar bagi anak disabilitas berusia 12-17 tahun dengan bekerja sama dengan BPJS Ketenagakerjaan Surakarta.
Add a commentUrban Citizenship Academy 2021, Kota Kita Kenalkan Tune Map
- YAPHI
- Gaya Hidup
- Dilihat: 1879
Kota Kita, pada tahun ini kembali menyelenggarakan Urban Citizenship Academy (UCA) atau Akademi Kewargaan Kota yang bertujuan melibatkan generasi muda untuk mendorongperubahan di kota-kota di Indonesia melalui edukasi dan praktik advokasi berbasis bukti. Sejak 2020, UCA bekerja sama dengan program Social Development Practice (SDP) - University College London (UCL) menyelenggarakan riset kolaboratif mengenai praktik gerakan sosial dan kampanye membangun kota yang lebih inklusif, khususnya bagi penyandang disabilitas, di dua kota: Banjarmasin dan Solo.
Add a commentMemberi Perlindungan Pada Anak-anak Saat Pandemi COVID-19
- YAPHI
- Gaya Hidup
- Dilihat: 1977
Anak-anak adalah kelompok rentan terpapar COVID-19, apalagi dengan adanya varian Delta. Sudah 1,5 tahun mereka tidak dapat menikmati keceriaan karena untuk bersekolah pun mesti dilakukan dengan daring. Sedangkan di pihak pmerintah, mulai terjadi kekhawatiran lalu menerbitkan aturan PPKM Darurat. Proteksi terhadap anak-anak ini adalah bagian dari upaya pemenuhan hak anak.
Add a comment



