Ekologi

Penilaian: 0 / 5

Nonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan Bintang

Sebuah ramp tersedia di depan bangunan. Jalurnya dibuat landai agar pengguna kursi roda dapat masuk tanpa harus menaiki tangga. Sekilas, fasilitas itu menunjukkan sebuah kota yang mulai memahami kebutuhan warganya. Namun, beberapa langkah dari ramp tersebut, sebuah pot bunga berdiri tepat di jalur. Fasilitas tersedia, tetapi tidak bisa digunakan sebagaimana mestinya.

Add a comment

Penilaian: 0 / 5

Nonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan Bintang

Bagi sebagian orang, perjalanan menuju halte mungkin hanya soal berjalan beberapa ratus meter. Namun bagi pengguna kursi roda, perempuan yang pulang selepas malam, atau pesepeda yang harus berhadapan dengan kendaraan bermotor, jarak yang sama dapat menghadirkan persoalan berbeda.Di Yogyakarta, persoalan itu terlihat dari perjalanan sehari-hari warga yang menggunakan transportasi publik.

Add a comment

Penilaian: 0 / 5

Nonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan Bintang

Hampir seperempat abad setelah TAP MPR Nomor IX/MPR/2001 tentang Pembaruan Agraria dan Pengelolaan Sumber Daya Alam ditetapkan, persoalan agraria dan pengelolaan sumber daya alam masih menyisakan pekerjaan besar. Konflik agraria, degradasi lingkungan, tumpang tindih regulasi, ketimpangan penguasaan sumber daya alam, serta belum optimalnya perlindungan masyarakat adat menunjukkan bahwa mandat pembaruan agraria belum sepenuhnya diwujudkan dalam praktik.

Add a comment