Ekologi

Penilaian: 0 / 5

Nonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan Bintang

Mengambil tema masa depan perjuangan reforma agraria, Yayasan YAPHI menghelat diskusi yang diikuti oleh internal staf dan mengundang Roni S. Maulana, dari Seknas Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA) untuk menjadi narasumber sekaligus pemantik diskusi via Zoom Meeting pada Rabu (19/1).

Add a comment

Penilaian: 5 / 5

Aktifkan BintangAktifkan BintangAktifkan BintangAktifkan BintangAktifkan Bintang

Sebuah realitas hubungan antara petani dan negara yang sedemikian rupa, mungkin membuat kita bertanya-tanya, mengapa petani harus melawan negara? Namun sebelum sampai pada pertanyaan itu, ada pertanyaan-pertanyaan yang bisa menuntun kita tentang siapa itu petani dan siapa itu negara? Melalui pertanyaan-pertanyaan tersebut kita bisa sedikit membuka mata terhadap sebuah realitas antara petani dan negara.

Add a comment

Penilaian: 0 / 5

Nonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan Bintang

Rabu 6 Januari 2021 Yayasan YAPHI mengikuti webinar yang dilaksanakan oleh Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA) yakni Peluncuran Catatan Akhir Tahun 2020 KPA “Pandemi Covid-19 dan Perampasan Tanah Berskala Besar”. Acara yang diikuti oleh 257 peserta ini menghadirkan narasumber Dewi Kartika, Sekjen KPA dan para penanggapnya antara lain Surya Tjandra, Sugeng Purnomo dan Arif Rahman.

Add a comment

Penilaian: 0 / 5

Nonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan Bintang

Oleh Karmin – Ketua Umum Paguyuban AJA KWATIR

Jangan takut dalam istilah bahasa Jawa bisa saja diartikan Ojho Kwatir. Nama itulah yang kemudian dicomot menjadi nama paguyuban Arga Jati Kwandaning Tirta Agung alias Ojho Kawatir. Organisasi masyarakat berbasis komunitas itulah kemudian dikukuhkan menjadi, meminjam istilah Orde Baru, sebagai Ornop atau organisasi non pemerintah, pada 25 Januari 2013. Jelas paguyuban itu membawa sipirit perlawanan terhadap ketidakadilan, dengan tujuan menegakkan kebenaran di wilayah Giriwoyo, Wonogiri.

Add a comment

Penilaian: 0 / 5

Nonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan Bintang

Budaya patriarki makin mencengkeram kuat, demikian pula yang terjadi pada perempuan adat. Tekanan bukan hanya di luar tapi di dalam. Ketika perempuan adat berorganisasi maka ada pandangan : terlalu maju, melawan adat, hanya bergosip,atau selingkuh. Lalu perempuan melakukan transformasi, namun apa yang disampaikan hanya seperti jargon saja. Kawan-kawan yang berkumpul di Perempuan Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN)  kemudian menyampaikan fakta, praktik kejadian, bahwa cerita perempuan adat adalah fakta. Kerentanan yang dialami oleh perempuan adat   lebih kompleks. Yang belum dilaksanakan salah satunya adalah pendataan oleh negara. Maka perempuan AMAN melakukan pendataan, ditemukan 90% perempuan adat belum dilibatkan dalam pembicaraan atas pembangunan yang dilakukan di daerah. Demikian dikatakan oleh Devi Anggraini, Ketua Perempuan AMAN saat Simposium Perempuan AMAN via Zoom, Rabu (16/12/2020).

Add a comment

Penilaian: 0 / 5

Nonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan Bintang

Paguyuban Sendang Bodro Sejati, dusun Darmosito, Giriwoyo Wonogiri bersama LPH Yaphi, dan KMA Giri Bahama UMS menyelenggarakan kegiatan warga dengan agenda mempersoalkan kerusakan kars di wilayah bagian Selatan kota, pada 26-27 Mei 2016.

Add a comment

Penilaian: 5 / 5

Aktifkan BintangAktifkan BintangAktifkan BintangAktifkan BintangAktifkan Bintang

"Lha jane iki Laut apa laundry?" (Ini sebenarnya laut apa laundry?_red) menjadi salah satu kelakar yang ikut terjaring dalam pikiran bersama dengan permasalahan lain yang diceritakan oleh beberapa nelayan rajungan di daerah Keboromo, Kecamatan Tayu, Kabupaten Pati, Provinsi Jawa Tengah.

Add a comment

Penilaian: 4 / 5

Aktifkan BintangAktifkan BintangAktifkan BintangAktifkan BintangNonaktifkan Bintang

Lebih dari sepuluh tahun, warga desa Sido Mulyo tak bisa memetik jerih payahnya memanen padi, lantaran saluran irigasi tercemar limbah beracun buangan pabrik kertas PT Pura Nusa Persada Terban (PNPT). Tak hanya galengan sawah yang diterjang luapan air kali bercampur limbah B3

Add a comment