Penilaian: 5 / 5

Aktifkan BintangAktifkan BintangAktifkan BintangAktifkan BintangAktifkan Bintang

Selama dua hari 10-11 November 2020, perwakilan Organisasi Masyarakat Pati melakukan konsolidasi yang difasilitasi oleh Yayasan YAPHI di Peace Place atau Rumah Damai Pati.  Husaini, fasilitator pertemuan menyatakan bahwa masyarakat perlu  melakukan analisisi risiko karena terkadang mereka mensukseskan kasus tapi tidak berhasil mengubah ke arah yang lebih baik. Misalnya seperti gerakan  penolakan semen di Sukolilo berhasil dengan harapan lingkungan terjaga, namun nyatanya lingkungannya tidak terjaga karena masyarakat juga menambang. Lalu perilaku masyarakat yang belum sadar lingkungan dengan membuang sampah di aliran sungai juga menjadi masalah tersendiri.



Penilaian: 5 / 5

Aktifkan BintangAktifkan BintangAktifkan BintangAktifkan BintangAktifkan Bintang

Kita memilih untuk hidup di negara hukum. Dan sebagai negara hukum, banyak masyarakat yang tidak tahu hukum. Pada Tahun 1987 ada keprihatinan yang  dirasakan oleh sebagian orang pendiri Yayasan YAPHI yang berpikiran bahwa masyarakat yang tidak punya pendamping hukum akan kalah dengan uang. Di pengadilan, banyak fenomena hitam bisa menjadi putih, dan putih bisa menjadi hitam, dan bahkan lain. Maka dari itu harus ada lembaga yang hadir tidak hanya mendampingi dan membela masyarakat saja, namun memberikan pemberdayaan agar masyarakat menjadi tahu.


Penilaian: 5 / 5

Aktifkan BintangAktifkan BintangAktifkan BintangAktifkan BintangAktifkan Bintang

Yayasan YAPHI dalam salah satu visi dan misinya adalah mewujudkan keadilan dan kebenaran pada masyarakat marjinal, serta memberikan pemberdayaan hukum dengan memberikan pengetahuan terkait perspektif hukum. Didahului dengan dua kali pertemuan diskusi sebelumnya di Kantor Yayasan YAPHI dengan Organisasi Perubahan Sosial Indonesia (OPSI) yang memetakan berbagai persoalan yang dihadapi, maka pemenuhan kebutuhan untuk pemberdayaan hukum pada kelompok-kelompok dampingan OPSI urgen untuk dilaksanakan.


Penilaian: 5 / 5

Aktifkan BintangAktifkan BintangAktifkan BintangAktifkan BintangAktifkan Bintang

Berlatarbelakang pertemuan-pertemuan yang dilakukan sebelumnya antara Yayasan YAPHI dengan para perempuan petani di Dukuh Tumpang, Desa Porang Paring Kecamatan Sukolilo Kabupaten Pati dengan agenda pemetaan masalah sosial dan mengenal sejarah setempat, Dari hasil tersebut kemudian ditemukan bahwa kebutuhan masyarakat adalah di antaranya adalah terkait pengetahuan tentang hukum.


Penilaian: 2 / 5

Aktifkan BintangAktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan Bintang

Ketimpangan yang ada di masyarakat terkait persoalan yang tidak berpihak kepada keadilan gender, serta kosongnya pengetahuan terkait gender pada masyarakat dampingan, maka Yayasan YAPHI menyelenggarakan diskusi dan pelatihan dengan bertatap muka bersama Kelompok Belajar Kartini (KBK) Purworejo, Sabtu (24/10). Diskusi juga mengemukakan persoalan-persoalan perempuan dan bagaimana situasi perempuan saat ini di tengah budaya patriarki,


© 2021 All Rights Reserved.