Politik dan Hukum

Penilaian: 5 / 5

Aktifkan BintangAktifkan BintangAktifkan BintangAktifkan BintangAktifkan Bintang

Selasa (13/10), Yayasan YAPHI memfasilitasi diskusi bersama Forum Peduli Kebenaran dan Keadilan Sambirejo (FPKKS) di rumah Narji, biasa dipanggil Mbah Narji, ketua FPKKS.  Dan dalam penggalian data sejarah, diskusi difasilitasi oleh Maria Rita Roewiastoeti, dari Dewan Pakar Konsorsium Pembaharuan Agraria (KPA) dan Haryati Panca Putri, Direktur Yayasan YAPHI yang mendengarkan cerita empat orang sesepuh, yang umurnya lebih tua dari Mbah Narji : Mbah Cip (86), Mbah Parto (90), Mbah Darmo dan  Mbah Harto. Mereka mengatakan bahwa perkebunan sekarang sedang ditanami jagung. Menurutnya tanah itu dirampas oleh PTP tahun 1966 tetapi keluar Hak Guna Usaha (HGU) mulai tahun 1982.

Add a comment

Penilaian: 0 / 5

Nonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan Bintang

Peringatan hari Hak Asasi Manusia (HAM) kembali diadakan di LPH Yaphi, kali ini bekerja sama dengan Jaringan Peduli Perempuan dan Anak Surakarta (JPPAS), Sabtu 10 Desember 2016.  Dalam sambutan pada acara refleksi hari HAM, Direktur Yaphi, Haryati Panca Putri menegaskan kembali komitmennya untuk tetap akan melindungi warga masyarakat dari tindakan pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) di Indonesia.

Add a comment

Penilaian: 5 / 5

Aktifkan BintangAktifkan BintangAktifkan BintangAktifkan BintangAktifkan Bintang

Pada Minggu, 23 Agustus 2020 Yayasan YAPHI mengadakan pertemuan bersama masyarakat Joyotakan di bantaran sungai/tanggul wilayah Kelurahan Joyotakan Surakarta dengan agenda tindak lanjut dari pertemuan di balai gedung RW III di tanggal 27 Juni 2020 dengan tema Perdamaian Keluarga. Pertemuan dihadiri oleh 9 orang  sebab saat pandemi Covid-19 maka peserta sangat terbatas. 

Add a comment

Penilaian: 0 / 5

Nonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan Bintang

Perawakannya kecil, bahkan bisa dikatakan kurus, selintas terlihat tak berdaya. Tetapi jangan tanya bila Anda ingin memperbincangkan pengalamannya tentang sepakterjang tentara orde baru ketika menangkapi para korban yang dituduh terlibat G30S PKI (Partai Komunis Indonesia) di Sragen, mantan tahanan politik itu akan bertutur dengan jernih dan runtut.

Add a comment

Penilaian: 0 / 5

Nonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan Bintang

Bagi Anda yang pernah membaca surat kabar Berita Yudha dan harian Angkatan Bersenjata, tahun 1965-1970-an, tentu tak mungkin lepas dari ras ingintahu apa yang sesungguhnya terjadi pada waktu itu.  Pada kurun waktu itu, rezim Orde Baru yang dipimpin Mayor Jenderal Soeharto, mengelontorkan propaganda hitam untuk menghancurkan Gerakan Wanita Indonesia (Gerwani) pasca Gerakan 30 September 1965. Meski demikian, ide propaganda penghancuran Gerwani melalui berbagai media televisi dan surat kabar terbitan Jakarta, tentu di bawah kendali militer, tak jelas sosoknya. Masih menjadi misteri.

Add a comment

Penilaian: 5 / 5

Aktifkan BintangAktifkan BintangAktifkan BintangAktifkan BintangAktifkan Bintang

Bertempat di Gedung Pertemuan Desa Kedungwinong, Kecamatan Sukolilo Kabupaten Pati, pada 19 Februri 2020, Yayasan YAPHI menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan bagi masyarakat forum peduli hukum yang berjumlah 15 orang. Pelatihan tersebut menghadirkan fasilitator dari Yayasan YAPHI yakni Adi Kristiyanto, S.H., Prima Cahya, S.H dan Garindra Herayukana, S.H. Materi yang diberikan antara lain Undang-Undang nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa.

Add a comment