Ojek Online vs Ojek Pangkalan

0

Awal Januari 2016 kota Solo di kagetkan dengan isu Ojek Online akan merambah kota. Tak pelak rencana pengusaha membuka cabang GOJEK di Kota Bengawan mendapat tantangan berbagai pihak. Apalagi rencana pengusaha GOJEK tersebut nekat untuk merealisasikan keinginannya dengan membuka lowongan driver GOJEK Solo, Mei 2016 lalu.

Tak sedikit masyarakat yang mendaftar sebagai driver GOJEK lan tergiur lantaran tertarik iming-iming penghasilan yang akan didapat lebih besar dan menjanjikan dibanding bila menarik ojek di pangkalan.  Tidak hanya kalangan mahasiswa, pekerja kantoran dan sopir angkot yang tertarik mendaftar dan ingin menjajal sebagai driver GOJEK. Bisa jadi mereka tertarik, karena sebagai pekerjaan sampingan di selasela kesibukan masing-masing.

Tentu fenomena itu mengundang pro-kontra karena menimbulkan pertentangan di kalangan masyarakat. Apalagi, pemerintah Kota Solo, waktu itu, menolak pemberian izin trayek khusus bagi pengusaha GOJEK yang akan beroperasi di wilayah Kota Bengawan. Penolakan pemerintah Kota Solo, bukan tanpa alasan. Sebab, menurut Maryono, salah satu perwakilan pengemudi Ojek Pangkalan, pengemudi OJEK tidak memiliki izin khusus dari Dishubkominfo. “Setahu saya mereka beroperasi tanpa izin khusus sebagai kendaraan angkutan.

Tidak hanya persoalan perizinan yang dipermasalahkan para pengemudi Ojek Pangkalan, menurut Maryono, bila OJEK leluasa beroperasi di Kota Solo dampaknya mengganggu mata pencaharian anggotanya. Sebagai salah satu wakil para pengojek pangkalan, Maryono mencoba mengadu ke LPH YAPHI pada 8 Agustus 2016.  “Kami mengadukan nasip kami bila memang pemerintah kota mengizinkan GOJEK beroperasi di Kota Solo, artinya pemerintah tidak peduli pada nasib kami,” katanya, “jelas mata pencarian anggota Ojek pangkalan terganggu.”

Ojek Online vs Ojek Pangkalan

Ojek Online vs Ojek Pangkalan (dok.YAPHI)

Selain minta pendampingan di bidang hukum dan advokasi ke LPH Yaphi, ujar Maryono menambahkan, pihaknya juga menginginkan pembentukan Paguyuban Ojek Solo Raya atau POSR dalam waktu tidak terlalu lama. Mengingat, telah sering terjadi gesekan antara pengemudi Ojek pangkalan dengan penarik GOJEK. “Karena sering terjadi gesekan, kami juga minta agar YAPHI mendampingi dibidang hukum dan advokasi bila terjadi perselisihan.”

Kekawatiran para pengojek yang tergabung dalam POSR tampaknya terbukti. Pada 18 Agustus 2016, ujar Maryono, dilakukan pertemuan para pengemudi ojek sesolo raya di rumah salah satu anggota Binmas Kepolisian Kota Surakarta.  Dalam pertemuan itu, katanya, seluruh anggota sepakat untuk menolak GOJEK di Kota Solo.

“Kami menginginkan ketegasan dari Pemerintah Kota Solo. Mengingat Ojek Pangkalan sudah terlebih dahulu ada di Kota Solo dan sudah terdaftar di Satlantas kota Solo. Kami sepakat melarang GOJEK beroperasi di Kota Solo,” tandas Sukardi yang diangkat sebagai Ketua POSR waktu itu.

Menurut Sukardi, dengan terbentuknya POSR nantinya dapat menjadi wadah berorganisasi ojek pangkalan se Solo Raya. Sehingga persoalan rivalitas segera terselesaikan dengan damai asal pengemudi yang berada di bawah bendera GOJEK tidak beroperasi di Kota Surakarta.

Tentu saja harapan para pengemudi ojek pangkalan ditolak pihak pengemudi GOJEK di bawah pengelola managemen resmi. Mereka memprotes dan mendatangi pangkalan ojek Purwosari dan melakukan pengeroyokan pada pengemudi gojek pada 11 Oktober 2016.  “Terjadi pengeroyokan pada pengemudi GOJEK yang diduga dilakukan oleh ojek pangkalan di Purwosari.”

Melihat gelagat tidak memungkinkan dibiarkan berlarut-larut, fasilitator Yaphi bersama paguyuban POSR mendatangi kantor Walikota Surakarta untuk membicarakan persoalan selang-sengkarut angkutan rakyat roda dua di Kota Solo.  Namun demikian, FX Hadi Rudyatmo belum dapat ditemui para pekerja nonformal Ojek Pangkalan Purwosari. “Bapak belum bisa ditemui. Saat ini sedang berada di luar kota,” kata salah satu Sekretaris Walikota Solo memberi alasan, “dijadwalkan ulang bertemunya. Nanti kami kabari lebih lanjut.”

Penulis : Michail Agung
Editor   : Eddy J Soe

Share.

About Author

Leave A Reply