Latar Belakang

Yayasan Yekti Angudi Piadeging Hukum Indonesia (Yayasan YAPHI) berkarya atas dasar kemanusiaan, kebenaran, keadilan, kasih dan sikap kritis untuk mewujudkan masyarakat yang beradab dengan ciri kebhinekaan dalam lingkungan hidup yang lestari serta relasi yang penuh kedamaian. Yayasan YAPHI memiliki semangat dan  mandat yang sama dengan Yayasan Pengabdian Hukum Indonesia (YAPHI) yang didirikan pada tahun 1987 oleh Yayasan Bimbingan Kesejahteraan Sosial (YBKS) Surakarta dengan Yayasan Ignatius Slamet Riyadi (YISR) Surakarta.

Yayasan  YAPHI  merupakan  lembaga mandiri dan nirlaba yang terpanggil untuk menjalankan misinya dengan melakukan transformasi sosial di bidang Hak Asasi Manusia (HAM) bersama masyarakat kecil, lemah, miskin, tertindas dan berkebutuhan khusus (marginal). Misi tersebut dijalankan dengan melakukan pemberdayaan dan pembelaan hukum sebagai upaya penegakan HAM, kebenaran, keadilan dan perdamaian.

SPIRIT DAN NILAI

Spirit dan nilai Yayasan YAPHI yakni ingin mewujudkan perikemanusiaan dan keadilan sosial menuju masyarakat adil dan makmur. Karenanya, Yayasan bertanggungjawab dan harus bekerja keras untuk mengatasi permasalahan ketidakadilan dan kekerasan yang berkembang di masyarakat dalam bidang Hak Asasi Manusia, Hukum, Demokrasi, Gender, Perlindungan Anak dan Lingkungan Hidup yang  dilandaskan pada spirit nilai kebenaran, keadilan dan cinta persaudaraan.

Yayasan YAPHI  sebagai lembaga yang  mandiri dan nirlaba terpanggil untuk melakukan advokasi dalam upaya penegakan Hak Asasi Manusia (HAM) dengan mendorong perubahan perilaku pemerintahan yang koruptif, kolotif dan nepotisme  menjadi demokratis, partisipatoris, akuntabel,  mendorong perubahan sistem hukum yang tidak adil menuju sistem yang berkeadilan dalam hal produk, penegakan, dan budaya hukum; mendorong perubahan sistem sosial yang eksklusif, patronis, feodal, apatis dan partisipasinya yang rendah terhadap penegakan keadilan, menjadi inklusif-pluralis, kritis, demokratis, memiliki daya juang dan partisipatif dalam mewujudkan tatanan sosial yang berkeadilan dan sejahtera.

Untuk itu spirit nilai keadilan, kebenaran dan cinta persaudaraan perlu dijabarkan menjadi pedoman perilaku yang jelas dan aplikatif, menjadi arahan program kerja guna mewujudkan mandat Yayasan YAPHI. Yayasan YAPHI telah merumuskan nilai tersebut sejak pertama kali didirikan pada tahun 1987 dengan penjabarannya praksis etis sebagai berikut:

1. Cinta Persaudaraan

Setiap umat manusia dapat menyebut saudara berarti memiliki ikatan yang setara dan bersedia saling mengerti dan memahami, saling menghargai, mendorong dan memberikan inspirasi, serta terus menerus siap sedia saling mengampuni. Sadar bahwa karena kelemahan manusiawi, maka dalam membangun relasi dengan sesama sering terjadi saling melukai dan mengecewakan, namun kenyataan itu tidak menjadikan relasi tersebut menjadi lemah dan hancur tetapi dinamika tersebut dapat menjadi media agar kehidupan selalu berkembang ke tingkat kemanusiaan yang lebih mendalam serta lebih erat mempersatukan persaudaraan.

Dalam konteks perwujudan mandat organisasi bagi masyarakat marjinal yang memperjuangkan hak dan keadilan, cinta persaudaraan menjadi landasan spiritual dan etis bagi program-program pluralism dan membangun perdamaian. Cinta persaudaraan dimaknai sebagai sikap menghargai (to respect) sesama tanpa membeda-bedakan suku, agama, pilihan politik, dll.

2. Keadilan

Keadilan itu menyangkut soal relasi. Menegakkan keadilan tidak lain adalah menegakkan kembali relasi yang memberikan hidup kepada mereka yang hidupnya ”dikurangi” karena ketidakadilan. Apakah setiap orang sudah diberikan haknya dan mereka melakukan kewajibannya.  Ketidakadilan terjadi saat akses terhadap hak nya ditutup sementara kewajibannya diperberat. Keadilan berarti ada keseimbangan antara pemenuhan hak dan kewajiban.

3. Kebenaran

Kebenaran dipahami sebagai ketulusan, yaitu kesesuaian antara sikap batin dan tindakan. Kesesuaian antara sikap batin dan tindakan dalam konteks interaksi social tidak bisa lepas dari kesepakatan antara pihak yang “menguasai” dan pihak yang marjinal. Sehingga dalam praktek-praktek relasional sosial, kebenaran berarti “Kesepakatan” yang sudah dipamahi dan disepakati secara sadar oleh kedua belah pihak dan dijalankan secara konsisten.

Spirit dan Nilai-nilai di atas masih sangat relevan buat eksistensi Yayasan YAPHI. Oleh sebab itu spirit dan nilai tersebut diturunkan dalam rumusan visi dan misi yang terumuskan sebagai berikut:

VISI YAYASAN YAPHI

Terwujudnya cinta persaudaraan, kebenaran & keadilan bagi masyarakat marjinal

Pernyataan visi tersebut akan menjadi pemandu kebijakan manajemen dan program YAPHI ke depan. Maka semua bentuk kebijakan organisasi harus dapat memberikan kontribusi dalam mewujudkan relasi  yang mengutamakan cinta persaudaraan baik di lingkup internal maupun eksternal kelembagaan. Dalam setiap proses pembuatan keputusan harus didasarkan pada kesepakatan dua belah pihak yang dilakukan secara sadar dan saling menghormati. Untuk segala bentuk tindakan harus selalau bersikap seimbang antara hak dan kewajiban. Oleh sebab itu YAPHI mempunyai kerinduan untuk mewujudkan relasi cinta persaudaraan, keputusan yang benar dan tindakan yang adil pada masyarakat marginal

MISI YAYASAN YAPHI

Melakukan transformasi sosial bersama masyarakat marjinal untuk pemenuhan HAM.

Pernyataan misi tersebut mengandung pesan yang jelas bahwa Yayasan YAPHI dalam semua karya yang  dilakukan  sebagai tugas untuk melakukan perubahan sosial agar masyarakat marjinal memperoleh jaminan perlindungan dan terpenuhi hak asasi manusianya (HAM).  Oleh sebab itu semua kebijakan program Yayasan YAPHI harus dapat menjadi sarana bagi terpenuhinya HAM bagi masyarakat marjinal tersebut.  HAM sebagai kebutuhan dan hak yang paling dasar buat semua manusia telah dirusak dan dihancurkan oleh kekuasaan politik, ekonomi dan dominasi budaya hanya demi kepentingan seseorang atau kelompok kecil dalam suatu masyarakat. Oleh sebab itu YAPHI terpanggil untuk melakukan upaya-upaya pemulihan agar masyarakat yang selama ini termajinal dapat memenuhi hak-hak dasarnya dalam relasi cinta persaudaraan, kebenaran dan keadilan.

Tujuan Umumnya adalah Membangun sistem manajemen organisasi yang baik untuk meningkatkan akses masyaraat pada keadilan.

USAHA DAN KEGIATAN

Seluruh kegiatan dan usaha yayasan perpegang teguh sesuai aturan yang tercantum dalam pasal 5 Aanggaran Dasar (AD) Yayasan YAPHI. Untuk mencapai maksud dan tujuan tersebut, Yayasan YAPHI menjalankan usaha dan kegiatan sebagai berikut:

1.Usaha:

  • Melakukan pemberdayaan dan penguatan masyarakat di bidang hukum, berdasarkan nilai-nilai agama, sosial, dan kemanusiaan.
  • Membangun masyarakat yang beradab dengan ciri  kebinekaan dan berlandaskan kebenaran, keadilan dan perdamaian.

2. Meningkatkan kesadaran kritis masyarakat di bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Demokrasi, Gender, Anak dan Lingkungan Hidup.

3. Kegiatan :

  • Pelatihan dan penyuluhan membangun perdamaian dan pluralisme.
  • Pelatihan dan penyuluhan hukum, HAM bagi masyarakat kecil, lemah, miskin dan tertindas.
  • Melakukan kajian hukum kritis.
  • Pendampingan dan pembelaan hukum bagimasyarakat kecil, lemah, miskin dan tertindas.
  • Bantuan kemanusiaan yang terdampak bencana.
  • Pendidikan demokrasi, gender, perempuan, anak dan lingkungan hidup bagi masyarakat kecil, lemah, miskin dan tertindas.

Cakupan wilayah pelayanan Yayasan YAPHI meliputi seluruh kawasan di provinsi  Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).  Yayasan YAPHI didirikan pada tanggal 12 September 2016 oleh:

  1. Agustinus Budipranoto
  2. Cornelius Chrismadi Setiana Widada
  3. Darsono Eko Nugroho
  4. Heribertus Irianto Mulyono
  5. Sih Hariris, SH
  6. Aloysius Gonzaga Luhur Prihadi Praja

dengan akta notaris no. 6 di Notaris Drajad Uripno, SH dan telah didaftarkan di Kementrian Hukum dan HAM pada 23 September 2016 dengan No. AHU-0037878.AH.01.04.th 2016 dengan susunan pengurus sebagai berikut:

Dewan Pembina Yayasan

  1. Agustinus Budi Pranoto (Ketua)
  2. Aloysius Gonzaga (Anggota)
  3. Luhur Prihadi Praja (Anggota)
  4. Darsono Eko Noegroho (Anggota)

Dewan Pengurus Yayasan

  1. Sih Hariris, SH (Ketua)
  2. Ni Luh Putu Artha Wahyuni (Sekretaris)
  3. Cornelius Chrismadi Setiana Widada (Bendahara)
  4. Bonar Saragih (Anggota Pengurus)
  5. Djoko Wahyu Winarno, SH, MS (Anggota Pengurus)

Dewan Pengawas Yayasan

  1. Addi Soselia Patriabara (Ketua)
  2. Pilipus Pujo Prasetiyo (Anggota)
  3. Prabowo Dwikartiko, SH (Anggota)